Senin, 18 November 2019

Kepala Desa Ditemukan Tewas di Dalam Mobil Saat Mau Zina, Ditemukan Celana Dalam dan Pil


Sebaris365 - Masyarakat dikejutkan dengan kasus kematian kepala Desa Sugihan Kaswadi (62), Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Sabtu (16/11/2019), Kaswadi (62) Kepala Desa Sugihan Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah menjemput DR (44), seorang wanita yang juga tetangganya.

Hari itu mereka janjian di depan salah satu rumah sakit di wilayah Purwodadi sekitar pukul 09.00 WIB.

Dengan menggunakan mobil Honda Mobilio berpelat nomor H 8940 VO, Kaswadi mengajak DR berkeliling kota.

Saat tiba di wilayah Desa Ngraji, Kecamatan Purwodadi, Kaswadi menepikan mobilnya.

Kaswadi dan DR diduga hendak berbuat mesum di dalam mobil yang diparkir di tepi jalan yang sepi.

Namun tiba-tiba Kaswadi kesakitan dan mengeluh sesak nafas.

DR pun pun panik.

Ia keluar dari mobil mencari pertolongan warga.

Kaswadi meninggal dunia.

Nyawanya tidak tertolong.

Kepala desa yang berusia 62 tahun itu tewas terkena serangan jantung.

Ia pun segera dilarikan ke RSUD dr Soedjati Purwodadi.

Ditemukan pil dalam mobil

AKP Agus Supriyadi Siswanto, Kasat Reskrim Polres Grobogan mengatakan polisi menemukan celana dalam milik Kaswadi di dalam mobil, serta beberapa butir pil dan uang tunai jutaan rupiah.

Ia menduga Kaswadi hendak melakukan perzinahan di dalam mobil.

Polisi juga masih menyelidiki apakah pil yang ditemukan adalah obat kuat atau bukan.

Dari hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan unsur penganiayaan di tubuh Kaswadi.

"Dugaanya mengarah ke situ (mesum). Untuk beberapa pil yang ditemukan apakah obat kuat masih didalami. Korban sudah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan," ujarnya saat dihubungi melalui ponsel, Minggu (17/11/2019).

Sementara itu Sofyan Endi, dokter RSUD dr Soedjati Purwodadi membenarkan Kaswadi tewas karena serangan jantung.

"Dugaan meninggal dunia akibat serangan jantung," jelas dokter Sofyan Endi.

Sementara itu kasus perzinahan juga terjadi di daerah lain di Kalimantan Selatan, seperti diberitakan berikut ini: 

Ijin Orang Tua ke Rumah Guru, Ternyata Dibawa Kabur Pria Beristri Sampai Berzina Berkali-kali

SEORANG pria yang sudah beristri bawa kabur dan setubuhi anak dibawah umur.

Kini kasus pria beristri yang membawa kabur dan zinahi anak di Amuntai, Hulu Sungai Selatan (HSU), Kalimantan Selatan terus didalami pihak kepolisian.

Ada fakta baru yang terungkap saat polisi mengorek keterangan dari tersangka AAN (30) maupun dari keluarga korban.

Kasat Reskrim Polres HSU Iptu Komaruddin mengatakan, sebelum dibawa kabur, korban sempat 2 kali meminta ijin kepada orang tuanya untuk keluar rumah dengan alasan mengunjungi gurunya.

Namun, korban berbohong dan ternyata mengunjungi tersangka.

"Dari hasil keterangan ibunya, korban ini meminta ijin untuk ke rumah gurunya, sempat balik ke rumah tapi minta ijin lagi keluar menggunakan motor tersangka," ujar Iptu Komaruddin, saat dihubungi, Senin (7/10/2019).

Menurut Komaruddin, saat meninggalkan rumah yang kedua kalinya, korban sudah bersama tersangka di suatu tempat.

Karena sudah larut malam, ibu korban yang curiga anaknya bersama tersangka, lantas menghubungi tersangka.

Tersangka lanjut Komaruddin, ketika di telpon ibu korban mengakui korban bersama dirinya.

Tetapi tersangka enggan memberi tahu dimana mereka berdua berada.

Sejak itulah korban tak pernah lagi pulang ke rumah sehingga ibu korban melaporkan tersangka ke polisi.

"Tersangka ini sempat ditelepon oleh ibu korban menanyakan keberadaan anaknya, tersangka menjawab korban bersama dirinya tapi tidak memberikan alamat mereka berdua," tutur Komaruddin.

Setelah ditelepon itulah tersangka membujuk korban untuk kabur.

Tersangka dan korban kemudian bersembunyi di Kabupaten Kotabaru.

Tersangka kemudian kerap berpindah-pindah dan terakhir bersembunyi di rumah kerabatnya di Desa Panjampang, Simpur, Hulu Sungai Selatan.

"Tersangka bersembunyi di rumah kerabatnya, oleh tersangka korban diakui sebagai istri sirinya, di situ juga tersangka ditangkap," tegas Komaruddin.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria beristri di HSU, Kalsel, membawa kabur dan menyetubuhi anak di bawah umur.

Korban dibawa kabur sejak awal September.

Tersangka akhirnya ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa Panjampang, Simpur, Hulu Sungai Selatan.

Di hadapan polisi, tersangka mengakui semua perbuatannya membujuk korban untuk kabur.

Selain itu, pelaku juga mengaku menyetubuhi korban beberapa kali selama dalam pelariannya bersama korban.

0 komentar:

Posting Komentar