Sabtu, 16 November 2019

Menteri Kesehatan Zimbabwe Mengeluh Ukuran Kondom Impor Buatan Cina Terlalu Kecil


Sebaris365 - Menteri Kesehatan Zimbabwe, David Parirenyatwa, baru-baru ini mengkritik produk kondom produksi China, karena ukurannya dianggap terlalu kecil bagi pria Afrika.

Melansir media lokal setempat via SCMP, pernyataan itu disampaikannya di sebuah acara di Harare, minggu lalu, dalam rangka mempromosikan pencegahan HIV/AIDS.

“Wilayah Afrika selatan memiliki penderita HIV tertinggi dan kami menyarankan penggunaan kondom,” kata Parirenyatwa.

“Kaum muda sekarang menyukai produk kondom tertentu.

Tetapi kami tidak memproduksi Kami mengimpor kondom dari Tiongkok dan beberapa pria mengeluh kondom itu terlalu kecil,” sambungnya.

Parirenyatwa lalu menyarankan perusahaan-perusahaan Zimbabwe harus berpikir untuk memproduksi kondom daripada terus menerus tergantung pada impor.

Menanggapi hal itu, perusahaan produsen kondom di China berencana membuat produk dalam ukuran yang lebih bervariasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Produsen Kodom Beijing Daxiang dan His Friends Technology Co, Zhao Chuan, pada SCMP.

“Mengenai kritikan dari pelanggan seperti di Zimbabwe, Daxiang sebagai produsen memiliki kewajiban untuk berkontribusi.

Jadi kami mulai melakukan beberapa survei pada data pengguna di wilayah tersebut untuk membuat persiapan untuk produk masa depan dengan ukuran yang berbeda, ”kata Zhao.

Zhao mengatakan bahwa pelanggan di seluruh dunia memiliki preferensi yang berbeda.

Sebut saja pria China, mereka lebih suka kondom yang lebih tipis tanpa memikirkan ukuran.

Sementara pelanggan di Amerika Utara menyukai kontrasepsi yang lebih lembut.

Zimbabwe adalah salah satu negara di Afrika yang paling parah terkena dampak HIV / Aids, dengan perkiraan hampir 13,5 persen populasi orang dewasa terinfeksi virus tersebut.

Penggunaan kondom adalah cara utama untuk membatasi penyebaran infeksi.

Negara ini telah menjadi salah satu dari lima importir kondom tertinggi di dunia.

Sementara itu, China menjadi produsen kondom terbesar di dunia.

Negara ini memiliki sekitar 300 produsen kondom yang memproduksi sekitar 3 miliar kontrasepsi setiap tahun.

Seorang wanita berusia 26 tahun terpaksa menahan malu setelah rekaman video dirinya viral.

Dalam video itu mempromosikan dan menunjukkan bagaimana menggunakan 'kondom bergerigi' menjadi viral sejak Selasa pekan lalu.

Dikutip dari siakapkeli.my, perempuan asal Malaysia itu mengklaim bahwa dia membuat video itu tidak untuk disebarkan untuk umum, hanya kepada sepupu dan teman-temannya.

"Saya bukan ingin membuat video itu viral. Saya membuat video itu sendiri dan memberikannya kepada sepupu dan teman saya di kelompok Whatsapp untuk menjualnya kepada mereka."

"Saya sangat malu setelah video itu viral di Facebook (FB)," katanya.

Ia mengatakan ia bekerja di sebuah toko yang menjual kosmetik dan atasannya yang juga malu dengan penyebaran video tersebut.

"Dalam video itu saya juga menyebutkan nama sepupu saya. Video itu bukan untuk kepentingan umum tapi untuk sepupu dan kenalan saya."

"Namun, suatu hari setelah saya membagikan video di kelompok Whatsapp itu, yang anggotanya hanya ada sepuluh orang, tiba-tiba videonya 'viral'," katanya.

Melalui akun FB-nya, perempuan muda itu langsung meminta maaf kepada masyarakat Malaysia atas tindakannya.

"Bukan saya yang viral-kan, saya harap semua orang mengerti.

Saya bekerja di toko kosmetik, bos saya pun jadi kena akibatnya dan jadi malu."

"Saya akan lebih berhati-hati setelah ini," katanya. 

0 komentar:

Posting Komentar