Selasa, 14 April 2020

Ini Pesan Perawat Asal Sukabumi di Wisma Atlet yang Bertugas Lawan Corona


SABARIS365 -  Dayantri Azhari salah seorang perawat di RS Darurat, Wisma Atlet, Kemayoran Jakarta asal Sukabumi berharap semua pihak mematuhi aturan protokol kesehatan di tengah wabah virus Corona. Mulai dari tetap berada di rumah dan wajib menggunakan masker saat berada di luar rumah. Agen Situs QQ 

Di ujung telepon, Dayantri terdengar menghela nafas saat ditanya soal kepatuhan warga di saat kondisi wabah Corona. Ia menilai tingkat kepatuhan itu kembali kepada pribadi masing-masing.

"Kerasa penyesalannya itu ketika mereka dinyatakan ODP atau PDP jauh dari keluarga karena harus di isolasi atau karantina. Please lakukan protokol kesehatan dengan baik, atau kalau memang harus keluar rumah upayakan menggunakan masker untuk pelindung diri saat di luar," ungkap Dayantri, Selasa (14/4/2020). 


Ada beberapa poin yang ia juga lakukan saat ini sebagai perawat di rumah sakit darurat. Protokol ketat ia jalani setiap harinya, demi untuk menjaga diri sendiri dan orang lain.

"Saya pernah baca katanya alasan warga enggak mau pakai masker itu eungap (sesak), lebih sesak mana ketika harus memilih terisolasi selama belasan hari karena jangan sampai terjadi lah ya misalkan terkena virus ini. Tapi memang harus ada rasa takut, ingat cuci tangan, mandi, keluar pakai masker jaga jarak. Kalau memang terpaksa naik angkutan umum bisa pegangan pakai tisu, saya aja di tempat ini mencet tombol lift dilapisi duku pakai tisu," ujar Dayantri.

Setiap hari dikatakan Dayantri, ia berhadapan dengan beragam karakter pasien. Mereka berstatus ODP dan PDP. Dia kerap mendengar curhatan dari mereka. Setiap harinya pasien ada saja yang datang dan pergi, baik itu statusnya naik ada juga yang pulang karena dinyatakan sudah pulih.

"Mereka bercerita soal keluarganya, menceritakan soal anaknya, mungkin mereka jenuh di sini karena situasi terisolasi dengan dunia luar, mereka tidak bisa turun atau naik ke lantai paling hanya keliling. Kalau kita kan jadi pendengar yang baik. Aku tanya bagaimana mereka bisa tertular, ada yang katanya baru jalan-jalan, ada yang enggak tahu," tutur Daryanti. 

Daryanti dan teman-temannya sesama perawat tidak hanya bertugas melayani kebutuhan pasien mulai dari makan hingga memberikan obat mereka juga berperan sebagai pemberi semangat demi menjaga imunitas pasien.

"Misalkan mereka di rapid awalnya negatif tiba-tiba jadi positif nah kita berperan menyemangati mereka makanya kitanya enggak boleh ada beban, terus menyemangati, menjaga mereka tidak murung, kalau murung kan imunnya turun. Saya berharap buat siapapun harap mematuhi aturan pemerintah, jangan bepergian kalau tidak terpaksa dan mendesak. Kami disini tetap bekerja untuk anda dan anda tetap di rumah untuk kami, salam kemanusiaan," pungkasnya.

0 komentar:

Posting Komentar