Rabu, 08 April 2020

Viral APD Dibuang di Selokan, Begini Proses Pemusnahan Limbah Medis


SEBARIS365 -  Viral di media sosial sebuah alat pelindung diri (APD) dibuang dan ditemukan warga di sebuah selokan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa, (7/4/2020). Agen Situs QQ

 Menanggapi hal ini Kapolres Jakarta Selatan merespon dengan melakukan penelusuran lebih lanjut.
"Sementara jadi TKP sementara ini masih kita telusuri," kata Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono saat dihubungi detikcom, Rabu (8/4/2020).

Mewabahnya virus Corona COVID-19 memang membuat meningkatnya keperluan perlengkapan medis dalam menangani pasien. Beberapa perlengkapan medis hanya bisa untuk sekali pakai, salah satunya APD.


Perlengkapan medis ini nantinya akan menjadi sampah atau limbah medis yang harus dimusnahkan. Alasannya karena limbah medis memiliki risiko dapat menjadi sumber penyebaran penyakit.

Lalu bagaimana sebenarnya prosedur pemusnahan sampah medis setelah selesai dipakai? 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan pedoman pengelolaan sampah medis. Pedoman ini tertuang dalam surat edaran menteri lingkungan hidup dan kehutanan No. SE.2/MLHK/PSLB3/P.LB3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19).

Pada surat edaran ini, sampah medis yang dihasilkan dari rumah sakit sebelum dibuang harus disimpan dalam kemasan tertutup paling lama dua hari sejak pertama dipakai.

Terdapat dua cara memusnahkan sampah medis. Pertama menggunakan incenerator dengan suhu pembakaran minimal 800 derajat celcius. Kedua menggunakan autoclave yang dilengkapi dengan pencacah atau shredder.

Nantinya, hasil pembakaran incenerator maupun cacahan autoclave dari sampah medis ini kemudian dikemas lalu ditempel tanda beracun. Selanjutnya disimpan di tempat penyimpanan sementara limbah B3 sebelum kemudian diserahkan kepada pengelola limbah B3.

0 komentar:

Posting Komentar