Sabtu, 18 April 2020

Wawalkot Tangsel Sebut Pembatasan Fisik Belum Optimal di Hari Pertama PSBB


SEBARIS365 -  Pemkot Tangerang Selatan mulai memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Di hari pertama PSBB ini, pembatasan fisik (physical distancing) belum cukup optimal.  Agen Situs QQ

"Untuk menjaga jarak masih ya katakanlah 50 persen kali ya, masih belum optimal jaga jarak satu setengah meter mudah-mudahan bisa sampai dua meter," kata Wawalkot Tangsel Benyamin Davnie saat dihubungi , Sabtu (18/4/2020).


Begitu juga penerapan pembatasan fisik di dalam kendaraan belum sepenuhnya dijalankan oleh masyarakat. Menurutnya, masyarakat masih harus diberikan pengertian terkait hal itu.

"Ya masih ada satu dua masyarakat yang kita berikan pengertian masyarakat untuk di jok depan itu jangan berdua, tapi pindah ke belakang satu orang untuk membuat jarak lebih dari satu meter. Itu banyak dipahami oleh masyarakat," ucap Benyamin.

Secara umum, kata Benyamin, situasi PSBB hari pertama di Tangsel berjalan kondusif. Dia menambahkan banyak masyarakat sudah patuh untuk mengenakan masker.

"Untuk pakai masker saya yakin masyarakat sudah di atas 70 persen atau 80 persen sudah pakai masker," ujar Benyamin. 

Benyamin juga menegaskan selama 3 hari ke depan akan melakukan sosialiasasi terkait PSBB ke masyarakat. Nantinya, orang yang melanggar aturan PSBB akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Wali Kota Tahun 2020, yaitu mulai dari teguran langsung hingga pencabutan izin bagi perusahaan.

"Kita masih teguran lisan dan yang terberat itu pencabutan izin kalau misalnya dunia usaha atau pelaku usaha masih tidak melakukan protokol kesehatan. Jadi 3 hari ini kita sifatnya sosialisasi dulu dan edukasi dulu ke masyarakat," ucap Benyamin.

Selain itu Benyamin menyebut jumlah personil menjadi salah satu kendala yang dihadapi Pemerintah Kota Tangsel dalam menerapkan PSBB. Namun, Pemkot Tangsel mendapat bantuan dari pihak organisasi perangkat daerah (OPD), kepolisian, hingga TNI dalam melakukan pengawasan.

"Ya tentunya jumlah personel ya yang paling terasa sama kita. Kan kami mengerahkan jajaran dinas perhubungan di pinggir jalan nih, kita mengerahkan jajaran dinas perhubungan, satuan polisi pamong praja ya, untuk mengawasi PSBB seluas Tangsel ya agak repot kita," ujar Benyamin.

"Kemudian juga kami sudah menugaskan dinas-dinas organisasi perangkat daerah OPD untuk melakukan monitoring di tiap kelurahan. Nah ini untuk mengimbangi kekurangan jumlah orang tadi. Dan alhamdulillah-nya kita dibantu sama jajaran Polri, jajaran TNI sehingga upaya untuk mengatasi kekurangan kita ya bisa maksimal," sambungnya.

0 komentar:

Posting Komentar